Minggu, 17 April 2011

KONSULTASI


Apa betul kalau kita baca Al Qur’an pahalanya bisa dipindahkan kepada orang yang sudah meninggal? Tolong balas beserta dalil-dalilnya.
-Pertanyaan yang masuk Ke Redaksi Buletin Risalah Tauhid dari 081314749***-
Narasumber : Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi
Kategori : Bimbingan Ulama

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam kepada Rasulullah yang tidak ada Nabi lagi setelahnya dan kepada keluarga serta para Shahabatnya.
Wa ba’du :…
            …Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah menurunkan Al Qur’an untuk memberikan petunjuk kepada manusia agar mereka yang hidup dapat mengambil manfaat darinya, menjadikannya sebagai pedoman hidup di dunia, mengamalkannya dan menjadikannya sebagai pemimpin yang menuntun mereka ke syurga.
            Adapun yang telah meninggal dunia, amal perbuatan mereka telah ditutup. Jika baik, maka baiklah akibatnya dan jika jelek, maka jeleklah akibatnya. Mereka tidak bisa menambah amal perbuatannya dan tidak pula bisa menguranginya.
            Perbuatan manusia sekarang ini betul-betul ironis. Mereka meninggalkan Al Qur’an di dunia, berpaling dari mendengarnya, membacanya dan justru menerima hal-hal yang tidak berguna, seperti musik dan sinetron serta hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya.
            Ketika seseorang meninggal dunia, mereka berkumpul untuk membacakan Al Qur’an kepada jenazahnya atau pada saat prosesi pemakamannya atau di kuburannya.
            Permisalan jenazah ini dan permisalan mereka seperti seseorang yang diboikot tidak diberi makan sampai mati kelaparan. Dan setelah mati, mereka datang dengan membawa makanan kepadanya agar dia memakannya.
            Sebagaimana makanan tidak bermanfaat kecuali bagi yang hidup, maka demikian pula Al Qur’an tidak bermanfaat kecuali bagi yang hidup selama berada di medan amal dan negeri amal yaitu di dunia ini.
            Sedangkan bagi yang telah melewatinya dan berpindah darinya dengan kematian, maka dia telah berpindah dari medan amal ke medan pembalasan. Maka pada saat itu Al Qur’an tidak bermanfaat baginya, sebab dia telah meninggalkannya dan berpaling darinya di dunia, dimana saat itu masih memungkinkan baginya untuk mengambil manfaat darinya dalam kehidupannya di dunia. Allah Ta’ala berfirman :
]وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْءَانٌ مُبِينٌ $ لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ[
Artinya : Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur'an itu tidak lain adalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan, supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Yasin 69-70.
            Dan Allah Ta’ala berfirman :
]وَقَدْ ءَاتَيْنَاكَ مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا $ مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا $ خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلًا[
Artinya : Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Qur’an). Barangsiapa berpaling daripada Al Qur’an maka sesungguhnya dia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat, mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat.
Alih bahasa oleh
Al Faqir ila ‘afwi Rabbihi
Abu Abdillah Muhammad Yahya
9 Dzulqa’dah 1428 H/18 November 2007 M
Desa Nijamiyah-Kab. Shamithah-Prop. Jazan
Kerajaan Saudi Arabia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar